Departemen Sosial Masyarakat (Sosmas) Himabisi KIP-K Unsoed memang tidak punya “mode santai”-nya. Sepanjang 2025, tim ini hampir selalu turun ke lapangan, bergerak cepat, dan sibuk parah—mulai dari jalanan kota, ruang pendidikan anak, sampai area konservasi. Mereka bukan sekadar membuat program, tapi benar-benar hadir di tengah masyarakat, memberi dampak langsung, dan konsisten menjaga semangat berbagi yang sederhana tapi terasa.

Rangkaian kegiatan Food Sharing jadi bukti nyata betapa departemen ini aktif. Aksi pertama dilakukan pada 21 Maret 2025 di sekitar Jalan Taman Andhang, Purwokerto, saat bulan Ramadan masih hangat suasananya. Sebanyak 20 volunteer ikut terjun membagikan takjil ke pengguna jalan yang sedang menanti waktu berbuka. Kegiatan ini murni digerakkan oleh rasa peduli. Takjil yang dibagikan dikemas praktis agar mudah diterima dan dinikmati langsung oleh masyarakat sekitar.
Lalu, di Food Sharing 2, semangat berbagi makin meluas. Mereka menyebar ke berbagai titik di Purwokerto dari utara, timur, selatan, sampai barat, menyasar siapa pun yang ditemui di pinggir jalan dan terlihat membutuhkan makanan hangat. Menjelang pelaksanaannya, departemen juga membuka Open Donasi ke-4 untuk menambah jumlah makanan yang bisa dibagikan. Dari penggalangan itu, terkumpul dana Rp130.501,00. Dari total tersebut, Rp50.000,00 digunakan untuk membeli nasi kotak lauk ayam, yang langsung disalurkan di hari kegiatan. Nasi hangat itu bukan sekadar makanan, tapi pengingat kecil bahwa banyak mahasiswa di Unsoed yang peduli pada pejuang jalanan.
Di edisi terakhir, Food Sharing 3 dilakukan 30 November 2025 dengan konsep yang berbeda: dibagikan di malam hari. Keputusan ini diambil karena banyak pekerja malam yang sering melewatkan jam makan demi menyambung hidup. Jadi, makanan hangat yang diserahkan saat langit gelap bukan hanya soal mengenyangkan, tapi juga memberi sedikit kekuatan setelah seharian mereka berjuang. Aksi ini menutup rangkaian Food Sharing 2025, tapi meninggalkan jejak kepedulian yang panjang di ingatan penerimanya.


Dokumentasi Food Sharing 2025
Departemen ini juga sempat menjalankan kolaborasi spesial bersama Human Initiative pada 12 Juli 2025 lewat kegiatan berbagi kebaikan bersama anak yatim, piatu, dan dhuafa. Kegiatan ini memang di luar program kerja inti, tapi tetap digarap oleh departemen Sosmas sebagai bentuk kolaborasi yang relevan dengan misi mereka. Anak-anak panti diajak bermain bersama agar suasana terasa hangat dan akrab, sebelum akhirnya dilanjutkan dengan belanja alat tulis di Toko Metro Jaya untuk menunjang kebutuhan sekolah mereka. Aksinya sederhana, kegiatannya dekat, manfaatnya langsung terasa.
Dalam bidang pendidikan, ada Gema Aksara, yang berlangsung 25 Juli sampai 4 Agustus 2025 di SD Negeri Karangsoka, Kembaran, Banyumas. Sekitar 15 volunteer ikut ambil bagian, menjadi pengajar sekaligus teman belajar bagi siswa kelas 1 sampai 6. Mereka membawakan pelajaran formal sesuai kurikulum sekolah, tapi juga menyisipkan sesi nonformal yang dikemas ringan dan menyenangkan, mulai dari kesehatan, lingkungan, keterampilan kerajinan, sampai sesi ngobrol soal cita-cita. Tagline “Belajar bersama, satu aksara, sejuta makna, wujudkan cita” bukan sekadar kalimat, tapi benar-benar tergambar dalam suasana kelas yang interaktif.
Hari puncak kegiatan semakin seru dengan lomba antar kelas 1 sampai 6. Semua kelas ikut ambil bagian, bukan sekadar untuk menang, tapi juga belajar kerja sama, komunikasi, dan saling dukung antar teman. Sorak-sorai memenuhi sekolah, tapi tetap dalam kendali panitia dan guru setempat. Perlombaan ini jadi ruang bagi anak-anak untuk merasa dihargai, didukung, dan berani tampil bareng teman-temannya. Kegiatan ini tidak hanya mengajar, tapi menumbuhkan keberanian dan kebersamaan.


Dokumentasi Gema Aksara 2025
Program Jendela Belajar Anak juga hadir dalam tiga volume sepanjang 2025. Vol. 1 digelar 18 Mei 2025 di Panti Asuhan Siloam, diikuti 16 volunteer dan puluhan anak panti dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Kegiatan diawali dengan menanam bibit cabai besar, cabai rawit, dan tomat, lalu lanjut ke sesi edukasi yang disesuaikan dengan usia anak. SD mendapat praktik PHBS seperti cuci tangan yang benar, SMP dibekali materi pergaulan sehat remaja, sementara SMA mendapat sesi motivasi masa depan. Di akhir acara, donasi baju layak pakai dan sembako diserahkan, sebelum ditutup dengan reward jajanan dan sesi foto bersama yang cair.
Vol. 2 berpindah ke SLB Negeri Purbalingga pada 12 Juni 2025, membawa pendekatan yang berbeda: volunteer memperkenalkan diri di panggung menggunakan bahasa isyarat. Anak-anak SLB diajak senam bersama, menyanyi, dan berkegiatan kreatif seperti membuat clay art dan gantungan kunci. Kegiatan ini dibuat interaktif agar anak merasa percaya diri dan nyaman berpartisipasi. Di akhir acara, reward diberikan ke semua anak sebagai bentuk apresiasi, lalu ditutup dengan foto bersama. Kegiatan berjalan sabar, ramah, dan inklusif, didampingi pihak sekolah.
Kemudian, Vol. 3 digelar 30 Agustus 2025 di Rumah Asuh Baiti Jannati, diikuti 16 volunteer dan anak-anak dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Fokus edukasinya relevan dan penting: SD belajar batasan tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh, SMP dibekali tips belajar efektif dan edukasi bahaya pergaulan bebas, sementara SMA kembali dikuatkan lewat motivasi masa depan. Donasi berupa baju layak pakai dan sembako juga disalurkan, lalu seluruh anak mendapat reward jajanan. Semua rangkaian acara ditutup dengan sesi dokumentasi yang hangat.




Dokumentasi Jendela Belajar Anak 2025
Departemen Sosmas juga menaruh perhatian pada lingkungan lewat kegiatan Aksi Lingkungan. Pada 15 November 2025, 52 volunteer dari mahasiswa KIP-K angkatan 23, 24, dan 25 ikut menanam di Hutan Lindung Siregol, Purbalingga. Aksi ini didukung oleh Dinas KPH Perhutani Banyumas Timur, Narasi Konservasi Sigotak, dan Desa Kramat, Karangmoncol. Kegiatan berjalan gotong royong dan bertujuan meningkatkan kesadaran menjaga kawasan hutan. Tidak ada drama, yang ada cuma langkah nyata, tanah, bibit, dan tangan-tangan muda yang rela kotor demi masa depan hijau.
Lalu, 6 Desember 2025, mereka lanjut ke bersih-bersih di sekitar Menara Teratai, Purwokerto. Sekitar 35 volunteer dari mahasiswa KIP-K 25 dan pengurus Himabisi ikut terlibat. Aksi ini murni bertujuan menumbuhkan kepedulian pada kebersihan ruang publik. Kegiatan berjalan lancar dan penuh kebersamaan. Harapannya, aksi-aksi ini bisa menular, menginspirasi lebih banyak mahasiswa untuk lebih peka pada kebersihan dan pelestarian lingkungan di sekitar mereka.


Sosmas juga punya program unggulan jangka panjang: Bidikmisi KIP-K Mengabdi 2025. Kegiatan ini berlangsung dua bulan, dari 14 September hingga 26 Oktober 2025 di Desa Jipang. Konsepnya dibagi ke empat divisi: kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan. Divisi kesehatan mengadakan tes kesehatan dua kali bareng bidan desa, lalu ada senam bersama dan edukasi kesehatan gigi di TPQ sebagai kolaborasi dengan divisi pendidikan. Pendidikan fokus pada kegiatan nonformal seperti TPQ dan sekolah alam Rimba Ceria, di mana anak diajak mengaji, menghafal, bahkan belajar lewat lagu dan permainan edukatif.
Ekonomi fokus pada peningkatan UMKM lokal. Divisi ini berhasil mendata dan mempublikasikan 22 UMKM ke Google Maps, lalu melakukan monitoring dua minggu yang mencakup pembuatan akun e-wallet, WhatsApp business, hingga edukasi QRIS dan sesi ngobrol soal masalah yang dihadapi tiap UMKM. Output-nya berupa banner donasi yang diberikan ke UMKM yang layak, sebelum mereka diarahkan membuka stand di closing ceremony. Lingkungan sendiri menjalankan program seperti sosialisasi POC bersama Dinas Pertanian, kerja sama dengan Bank Sampah RW 02, dan kerja bakti bertahap di beberapa RW.
Dua bulan yang panjang, program yang beragam, semua berjalan apa adanya tapi terstruktur. Kegiatan ini bukan sekadar mengabdi, tapi juga mendata, mendampingi, dan memfasilitasi potensi desa agar lebih terangkat dan berkembang. Bidikmisi KIP-K Mengabdi 2025 selesai, tapi dampaknya tetap hidup lewat UMKM yang kini terpetakan dan ruang pendidikan yang makin bermakna bagi anak-anak desa.




Dokumentasi Bidikmisi Mengabdi 2025
Kegiatan Derma Darah jadi aksi sosial penutup yang kuat. Pada 8 November 2025, Sosmas bekerja sama dengan UDD PMI Banyumas menggelar donor darah di Pendopo Utama PKM Unsoed. Sebelum hari kegiatan, promosi juga dilakukan ke masyarakat sekitar agar lebih banyak calon pendonor yang tahu dan tertarik ikut. Di hari H, peserta yang hadir berasal dari mahasiswa dan masyarakat umum. Semua pendonor melalui proses skrining kesehatan terlebih dahulu, dan hanya yang lolos yang bisa lanjut ke proses donor. Kegiatan ini bertujuan menjaga ketersediaan stok darah di Banyumas, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa donor darah itu bukan cuma soal memberi, tapi juga menjaga kesehatan tubuh sendiri lewat rangkaian tes kesehatan yang dijalani. Panitia juga dibantu staf dari UDD PMI, sehingga seluruh proses donor berjalan dengan lancar dan tertata.

Dokumentasi Derma Darah 2025
Selain aksi-aksi di atas, departemen ini juga aktif dalam penggalangan bantuan bencana lewat Open Donasi Banjar. Aksi ini dilakukan offline selama dua hari, 20-21 November 2025 di Perempatan Aston (turun dua kali: 11.30-13.00 dan 15.00-16.30) serta Perempatan Kaliputih. Mereka bekerja sama dengan Dompet Dhuafa Purwokerto, dan berhasil menghimpun Rp2.300.000,00 ditambah bantuan makanan, minuman, serta pakaian layak pakai. Semua bantuan disalurkan langsung untuk korban tanah longsor di Pandanarum, Banjarnegara. Ini bukan sekadar program, tapi respons cepat ketika masyarakat butuh uluran tangan.

Dokumentasi Open Donasi 2025
Dan jangan lupa juga, Open Donasi ke-4 yang dilakukan untuk mendukung Food Sharing 2 tadi. Dari aksi penggalangan keempat itu, terkumpul Rp130.501,00 dan Rp50.000,00 di antaranya digunakan membeli nasi kotak lauk ayam yang dibagikan langsung saat kegiatan. Transparansi donasi pun juga dijaga, penggalangan dibuka untuk umum di Mei dan Agustus (JBA Vol 1 & 3), serta di Juli untuk kolaborasi Human Initiative × Himabisi. Semua donasi disalurkan tepat sasaran: Panti Asuhan Siloam dan Rumah Asuh Baiti Jannati. Jelas, terukur, dan berdampak langsung. Itu yang selalu jadi prinsip mereka.
Tujuh program, puluhan relawan, ratusan paket makanan, 22 UMKM terpetakan, dan ribuan rupiah donasi tersalurkan ke yang membutuhkan. Tanpa dilebih-lebihkan, tapi terasa besar dampaknya. Sosmas memang sibuk, lelah, dan terus bergerak. Tapi kalau ditanya kenapa? Jawabannya sederhana: karena masyarakat butuh hadirnya kepedulian nyata, dan mereka memilih untuk jadi yang pertama turun.