Himabisi KIP-K Unsoed

Keilmuan 2025 sebagai Ruang Belajar, Literasi, dan Peluang Bagi Mahasiswa KIP-K

Departemen Keilmuan Himabisi KIP-K Unsoed di 2025 ini memang departemen yang gercep dan penuh gagasan. Mereka jadi jembatan informasi akademik sekaligus ruang belajar bagi mahasiswa KIP-K Unsoed, lewat berbagai agenda yang dikemas relevan dengan kebutuhan mahasiswa masa kini.

Program Konten Penyebaran Media & Informasi berjalan mengalir sepanjang tahun sebagai corong utama departemen. Informasi tentang PKM, PMW, PIMNAS, P2MW, hingga PIMNAS disebarkan lewat Instagram, poster digital, dan broadcast message WhatsApp. Tujuannya simpel: biar mahasiswa KIP-K Unsoed nggak ketinggalan peluang dan bisa tahu program mana yang cocok buat mereka, tanpa harus ribet cari satu-satu. Penyebarannya dibuat terstruktur, jelas, dan langsung ke sasaran. Jadi bukan sekadar unggah, tapi benar-benar memastikan informasinya sampai dan bisa dimanfaatkan.

Lanjut ke Kelas Bahasa Isyarat Unsoed 2025, salah satu kegiatan paling berkesah di departemen ini. Mulainya dari 28 Juni 2025 di Pendopo PKM Unsoed sebagai sesi pembukaan dan pembekalan, lalu kelas intensif digelar 5–7 Juli 2025 di Ruang B201–B202 FEB Unsoed. Selama tiga hari berturut-turut, peserta belajar Bisindo dari pengenalan dasar, fingerspelling abjad, ekspresi emosi dan kata tanya, sampai kosakata perkuliahan dan aktivitas sehari-hari. Puncaknya, 10 Juli 2025, semua materi dipraktikkan langsung di Bale Apung Taman Maskemambang bareng komunitas Tuli Batir Isyarat Banjoemas (BIB) yang juga jadi mentor utama. Total 30 mahasiswa lintas fakultas ikut terlibat sebagai peserta, dan banyak dari mereka mengaku makin percaya diri berisyarat setelah praktik langsung. Bahkan, rencana keberlanjutannya juga udah jelas: agenda ini mau dijadiin program tahunan dan diperluas jangkauannya. Di sini sih yang terasa bukan cuma belajar skill, tapi belajar rasa peduli juga.

Di pertengahan tahun, semangat literasi dan kreativitas anak muda meledak lewat Webinar Literasi Lomba Esai dan Infografis 2025 Tingkat Nasional, yang digelar daring pada 26 Juli 2025 via Zoom. Tema “Peran Esai dan Infografis sebagai Media Ekspresi Intelektual Menuju Generasi Emas 2045” dibawakan lewat dua sudut pandang utama: teknik menulis esai yang kuat secara data dan argumentasi, serta cara meracik infografis yang ringkas, visualnya seimbang, dan tetap bermakna. Banyak pertanyaan kritis bermunculan saat sesi diskusi, terutama soal gimana memadukan riset akademik dengan penyajian visual yang menarik. Webinar ini jadi pembuka panggung dari Lomba Cipta Esai dan Infografis Nasional dengan tema besar italic: “Peran Strategis Generasi Muda dalam Mewujudkan Indonesia Emas 2045 di Era Society 5.0”. Setelah webinar, lomba berjalan secara daring sampai pengumuman pemenang pada 7 September 2025. Rentang waktu kegiatan yang lumayan panjang ini jadi ruang bagi mahasiswa KIP-K seluruh Indonesia untuk nunjukin ide dan kontribusi lewat karya yang tidak cuma aesthetic, tapi juga intelektual.

Kalau bicara kegiatan yang paling besar dan terstruktur, tentu PKM COURSE 2025 jadi bintangnya. Seluruh rangkaian ini berjalan sekitar dua bulan, dimulai dari Workshop PKM pada 28 September 2025. Yang daftar sampai 1.329 mahasiswa, dan pesertanya 500 orang di Zoom ditambah 500 orang di siaran YouTube. Setelah itu, 45 tim masuk ke kelas intensif yang didampingi 11 mentor (9 Oktober-16 November 2025), lalu 23 tim terbaik lanjut dibina ke program Dream Team PKM Center untuk penyusunan proposal lebih matang. Rangkaian ditutup lewat Webinar Kelas PKM pada 9 November 2025 dengan 350 peserta, yang fokusnya bedah proposal dan strategi teknis penyusunan. Pembicaranya juga relevan dan credible: Anung Riapanitra S.Si., M.Sc., Ph.D., Kusdiana Salsabila, dan saat webinar diisi oleh Afik Hardanto, S.TP., M.Sc., Ph.D. Semua kelas dilakukan daring via Google Classroom, WhatsApp Group, dan Google Meet untuk sesi diskusi tiap minggunya. Mereka bahkan nggak berhenti di penyampaian materi doang, tapi sampai memastikan peserta paham alur riset, penulisan proposal, dan kualitas final proposalnya. Tidak lebay, tidak ngarang, ini benar-benar ruang pembinaan yang terukur.

Selain fokus akademik, departemen ini juga serius ngangkat budaya literasi lewat Teras Narasi. Kegiatan baca buku bareng dan forum literasi digelar 5 kali: 5 Mei, 14 September, 25 Oktober, 30 November, dan 6 Desember 2025. Mereka nggak jalan sendirian, tapi melibatkan komunitas baca di Purwokerto atau organisasi lain yang punya misi sejalan. Intinya bukan sekadar baca, tapi membangun kebiasaan diskusi buku dan menumbuhkan minat literasi, khususnya di kalangan mahasiswa KIP-K Unsoed.

Dua agenda non-proker juga tetap dipegang departemen ini. Teman Belajar hadir sebagai inisiasi pembentukan kelompok belajar mahasiswa KIP-K Unsoed yang punya kendala akademik. Sementara Pendataan Lolos Pendanaan PKM menjadi ruang skrining administrasi untuk menggugurkan sanksi PKM, dengan syarat bukti prestasi nasional/internasional, SK Rektor, atau lolos pendanaan PMW, P2MW, PPK Ormawa, hingga mengikuti lomba sebagai delegasi universitas. Pendataannya lewat Google Form, dan sistem gugur sanksinya jelas, bukan asumsi.

Departemen Keilmuan 2025 ini jadi bukti kalau sibuk di organisasi itu bisa jadi ruang tumbuh bersama, menambah insight, skill, dan tetap berdampak untuk orang lain. Mereka bukan hanya mempersiapkan proposal dan lomba, tapi juga mahasiswa supaya lebih percaya diri, literat, dan tak ketinggalan peluang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top