
Himabisi KIP-K Unsoed X Lintar UPI Periode 2026/2027
Purwokerto, Juni 2026 — Perkembangan sebuah organisasi tidak hanya ditentukan oleh program kerja yang dijalankan, tetapi juga oleh kemauan untuk terus belajar dan membuka diri terhadap pengalaman organisasi lain. Berangkat dari semangat tersebut, Himpunan Mahasiswa Bidikmisi dan KIP-K Universitas Jenderal Soedirman (HIMABISI KIP-K Unsoed) melaksanakan kegiatan Visitasi Volume 1 bersama LINTAR Universitas Pendidikan Indonesia pada Sabtu, 6 Juni 2026 di Auditorium FIP A Universitas Pendidikan Indonesia.
Pertemuan ini menjadi momentum yang berharga bagi kedua organisasi untuk saling mengenal lebih dekat sekaligus memperluas wawasan mengenai pengelolaan organisasi mahasiswa penerima KIP-K. Melalui kegiatan visitasi, kedua belah pihak diberikan kesempatan untuk bertukar pengalaman, membagikan praktik baik yang telah diterapkan, serta mendiskusikan berbagai tantangan yang dihadapi selama menjalankan roda organisasi.
Sejak awal kegiatan, suasana keakraban sudah terasa melalui sambutan hangat dari perwakilan kedua organisasi. Momentum tersebut menjadi langkah awal dalam membangun hubungan yang lebih erat antara HIMABISI KIP-K Unsoed dan LINTAR Universitas Pendidikan Indonesia. Tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, pertemuan ini juga menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai gagasan yang lahir dari pengalaman organisasi yang berbeda.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan pemaparan grand design dari masing-masing organisasi. Pada sesi ini, kedua organisasi memperkenalkan struktur kepengurusan, arah gerak organisasi, nilai-nilai yang diusung, serta berbagai program yang menjadi fokus selama satu periode kepengurusan. Melalui pemaparan tersebut, peserta dapat memperoleh gambaran mengenai karakteristik dan strategi yang diterapkan oleh masing-masing organisasi dalam menjalankan perannya sebagai wadah mahasiswa penerima KIP-K.
Diskusi semakin menarik ketika memasuki sesi Focus Group Discussion (FGD) dan sharing session yang dilaksanakan berdasarkan departemen. Dalam forum tersebut, peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan, tetapi juga aktif bertukar informasi mengenai tugas pokok dan fungsi setiap departemen. Berbagai pengalaman selama menjalankan program kerja menjadi bahan diskusi yang membuka wawasan baru bagi kedua organisasi.
Setiap departemen diberikan kesempatan untuk memperkenalkan program kerja rutin maupun program unggulan yang dimiliki. Berbagai inovasi dan pendekatan yang diterapkan dalam pelaksanaan program menjadi topik yang banyak menarik perhatian peserta. Tidak sedikit peserta yang memanfaatkan kesempatan ini untuk menggali lebih dalam mengenai strategi pelaksanaan program agar dapat menjadi referensi dalam pengembangan organisasi masing-masing.
Selain membahas keberhasilan program yang telah dijalankan, forum juga menjadi ruang refleksi untuk membicarakan berbagai tantangan yang pernah dihadapi. Setiap departemen secara terbuka menyampaikan kelebihan maupun kekurangan dari program kerja yang dimiliki. Sikap terbuka tersebut menjadikan diskusi berlangsung lebih jujur dan konstruktif, karena peserta dapat belajar tidak hanya dari keberhasilan, tetapi juga dari berbagai hambatan yang pernah dialami.
Interaksi yang terjalin selama sesi diskusi menunjukkan tingginya antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan. Berbagai pertanyaan, tanggapan, dan masukan disampaikan secara aktif sehingga suasana forum menjadi hidup dan penuh pertukaran ide. Melalui proses tersebut, peserta memperoleh perspektif baru yang dapat menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas organisasi masing-masing di masa mendatang.
Setelah sesi diskusi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas yang bertujuan mempererat hubungan antarpeserta. Sesi games menjadi salah satu momen yang berhasil menciptakan suasana santai dan penuh keakraban. Gelak tawa dan interaksi yang terbangun selama permainan membuat hubungan yang sebelumnya formal berubah menjadi lebih hangat dan akrab.
Sebagai simbol terjalinnya hubungan baik antara kedua organisasi, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata. Momen tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus kenang-kenangan atas terselenggaranya kegiatan visitasi yang penuh makna. Tidak hanya menjadi simbol seremonial, penyerahan cinderamata juga mencerminkan harapan agar hubungan baik yang telah terbangun dapat terus berlanjut di masa yang akan datang.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan campus tour yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal lebih dekat lingkungan Universitas Pendidikan Indonesia. Kegiatan ini menjadi pengalaman tambahan yang memperkaya kunjungan sekaligus mempererat interaksi antaranggota kedua organisasi di luar forum diskusi formal.
Melalui Visitasi Volume 1, HIMABISI KIP-K Unsoed dan LINTAR Universitas Pendidikan Indonesia tidak hanya bertukar informasi mengenai organisasi, tetapi juga membangun jaringan dan relasi yang berpotensi membuka peluang kolaborasi di masa depan. Berbagai pengetahuan, pengalaman, dan inspirasi yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat menjadi bekal dalam meningkatkan kapasitas organisasi serta menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi mahasiswa penerima KIP-K.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama sebagai penanda berakhirnya seluruh rangkaian acara. Meski kunjungan telah usai, semangat kolaborasi, pembelajaran, dan kebersamaan yang terjalin selama kegiatan diharapkan dapat terus tumbuh serta menjadi awal dari hubungan yang lebih erat antara kedua organisasi.