
Koordinator Visit Fakultas Peternakan (Fapet) dan Fakultas Ilmu Budaya (FIB)
Purwokerto, April 2026 – Himpunan Mahasiswa Bidikmisi dan KIP-K Universitas Jenderal Soedirman (Himabisi KIP-K Unsoed) melalui Departemen Konsolidasi Fakultas bersama dengan Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa telah melaksanakan kegiatan Koordinator Visit Fakultas Ilmu Budaya (FIB) dan Fakultas Peternakan (Fapet) pada hari Minggu, 12 April 2026 pukul 09.30 WIB yang bertempat di Gazebo Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda koordinasi rutin yang dilaksanakan sebagai bentuk penguatan komunikasi antara pengurus Himabisi KIP-K dengan koordinator fakultas di masing-masing lingkungan fakultas.
Koordinator visit ini merupakan agenda temu pengurus Himabisi KIP-K Unsoed bersama Koordinator Fakultas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) yang bertujuan untuk membahas berbagai hal penting terkait dengan program KIP-K. Melalui kegiatan ini, dapat menjadi wadah evaluasi, koordinasi, dan penyampaian setiap aspirasi mahasiswa guna meningkatkan pemahaman terkait program KIP-K sekaligus mencari solusi atas berbagai kendala yang dihadapi oleh para mahasiswa penerima bantuan pendidikan.
Kegiatan ini melibatkan Departemen Konsolidasi Fakultas, Departemen Adkesma Himabisi KIP-K Unsoed, serta koordinator Fakultas dari Fapet dan FIB. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara yang membuka kegiatan secara resmi, serta memandu jalannya agenda, selanjutnya dengan penyambutan dari pihak penyelenggara, kemudian dilanjutkan dengan sesi perkenalan peserta guna menciptakan suasana yang lebih akrab sebelum memasuki agenda utama. Setelah itu, kegiatan berlanjut ke sesi Focus Group Discussion (FGD) atau tanya jawab yang menjadi inti dari pelaksanaan Koordinator Visit.
Dalam sesi diskusi, para peserta membahas mengenai berbagai persoalan yang tengah menjadi perhatian di lingkungan mahasiswa KIP-K. Topik yang dibahas meliputi kurangnya sosialisasi terkait Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Penyalahgunaan dana bantuan KIP-K oleh penerima, kejelasan informasi mengenai proposal PKM, serta pandangan terkait adanya perbedaan antara mahasiswa KIP-K dan mahasiswa reguler dalam beberapa kegiatan akademik.
Selain itu, membahas mengenai ketentuan apabila mahasiswa penerima KIP-K tidak mencapai batas Indeks Prestasi minimum yang ditetapkan. Penjelasan mengenai tugas pengganti PKM turut disampaikan dalam proses diskusi, serta pembahasan tentang sanksi yang dapat diberikan kepada mahasiswa yang diduga melakukan sebuah pelanggaran terhadap kewajibannya sebagai penerima bantuan KIP-K.
Forum diskusi ini berjalan dengan lancar, secara terbuka serta komunikatif di mana seluruh peserta diberikan kesempatan yang luas untuk dapat menyampaikan pendapatnya, pertanyaan, maupun aspirasi. Tidak hanya sekedar menjadi sebuah forum evaluasi saja, tetapi kegiatan dapat menjadi wadah refleksi bersama dalam meningkatkan kualitas koordinasi dan pelayanan kepada mahasiswa penerima KIP-K.
Melalui adanya kegiatan ini, diharapkan setiap koordinasi antara para pengurus Himabisi KIP-K Unsoed dengan Koordinator Fakultas dapat terus terjalin dengan baik dan dapat menjadi sarana yang efektif untuk menampung aspirasi setiap mahasiswa dan menyelesaikan berbagai persoalan yang ada. Dengan kegiatan ini, Himabisi KIP-K Unsoed diharapkan bisa terus menghadirkan ruang berkomunikasi untuk saling terbuka dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa penerima KIP-K di masing-masing fakultas.
Kegiatan Koordinator Visit Fapet dan FIB kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama sebagai tanda bahwa seluruh rangkaian acara tersebut telah berakhir. Dokumentasi ini menjadi bentuk kebersamaan sekaligus sebagai pengingat atas terlaksananya kegiatan yang penuh akan makna dan diharapkan kegiatan ini membawa dampak positif bagi keberlangsungan komunikasi serta koordinasi organisasi ke depan.