
Kelas Bahasa Isyarat Unsoed 2026 Himabisi KIP-K Unsoed Periode 2026/2027
Purwokerto, Oktober 2026 — Membangun komunikasi yang inklusif dapat dimulai dari kemauan untuk mempelajari cara berkomunikasi yang berbeda. Hal inilah yang dihadirkan melalui Kelas Bahasa Isyarat (KBI) Unsoed 2026, program kerja Departemen Keilmuan Himabisi KIP-K Universitas Jenderal Soedirman yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal dan mempelajari bahasa isyarat secara langsung.
Mengusung tema INTERAKSA: Interaksi dalam Kesetaraan dan Inklusivitas, kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar bagi mahasiswa yang ingin meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan teman Tuli. Tidak hanya berfokus pada pengenalan bahasa isyarat, KBI Unsoed 2026 juga mengajak peserta memahami pentingnya kesetaraan dalam berkomunikasi serta mengenal budaya komunitas Tuli.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembekalan secara daring melalui Google Meet pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Selanjutnya, peserta mengikuti tiga pertemuan kelas yang berlangsung pada 6, 12, dan 13 September 2026 di Ruang D 204, Fakultas Pertanian Unsoed. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Departemen Keilmuan Himabisi KIP-K Unsoed dengan melibatkan Batir Isyarat Banjoemas (BIB) sebagai mitra, serta mentor dari BIB dan Juru Bahasa Isyarat (JBI) yang mendampingi proses pembelajaran.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya mempelajari materi, tetapi juga terlibat langsung dalam berbagai aktivitas yang dirancang agar proses belajar terasa lebih interaktif. Pembelajaran dilakukan melalui praktik bahasa isyarat bersama mentor, sehingga peserta memiliki kesempatan untuk mencoba dan memahami penggunaannya dalam komunikasi sehari-hari.
Suasana kelas juga dilengkapi dengan berbagai mini games, seperti Estafet Gambar, senam otak, Bahasa Isyarat Berantai, dan Chemistry Game. Berbagai permainan tersebut menjadi sarana bagi peserta untuk melatih pemahaman, meningkatkan kerja sama, serta membangun interaksi dengan sesama peserta. Dengan pendekatan ini, pembelajaran bahasa isyarat tidak hanya berlangsung melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui pengalaman dan praktik bersama.

Suasana Kelas Bahasa Isyarat Unsoed 2026
Selain mengikuti pembelajaran dan permainan, peserta turut mengerjakan mini project berupa pembuatan video cover lagu secara berkelompok menggunakan bahasa isyarat. Proyek ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk menerapkan hal-hal yang telah dipelajari sekaligus mengembangkan kreativitas dan kekompakan tim. Melalui kegiatan tersebut, bahasa isyarat diperkenalkan sebagai sarana komunikasi yang dapat digunakan dalam berbagai bentuk ekspresi.
Setelah melalui rangkaian pembelajaran, KBI Unsoed 2026 ditutup pada Sabtu, 19 September 2026, di Taman Andang Pangrenan. Penutupan ini menjadi bagian akhir dari rangkaian kegiatan yang telah mempertemukan peserta dalam proses belajar, berlatih, dan berinteraksi bersama. Lebih dari sekadar menyelesaikan kelas, rangkaian ini diharapkan menjadi awal bagi peserta untuk terus mengenal dan menggunakan bahasa isyarat dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui KBI Unsoed 2026, Himabisi KIP-K Unsoed berupaya menumbuhkan kesadaran bahwa komunikasi yang setara membutuhkan kemauan untuk saling memahami. Pengenalan bahasa isyarat juga menjadi langkah untuk membangun empati, toleransi, dan sikap inklusif terhadap penyandang disabilitas pendengaran, sekaligus mengenal budaya komunitas Tuli secara lebih dekat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh ke lingkungan pergaulan maupun kehidupan kampus. Semangat INTERAKSA diharapkan tidak berhenti pada berakhirnya kelas, tetapi terus diwujudkan melalui interaksi yang lebih terbuka, setara, dan inklusif demi mendukung terciptanya lingkungan Universitas Jenderal Soedirman yang ramah Tuli.